10 Amalan Berbonus Rumah di Surga
Al-Hamdulillah, segala puji milik
Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah-Shallallahu
'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Setiap rumah yang kita tempati
sekarang –sebagus apapun itu- akan rusak dan hancur. Sebabnya bisa beragam
seperti kebakaran, gempa bumi, longsor, tertabrak kereta dan sebab lainnya.
Jikapun rumah kita tetap kokoh maka ia tak akan bisa melindungi kita dari
kematian. Inilah rumah kita di kehidupan dunia.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala
berfirman,
“Di mana saja kamu berada, kematian akan
mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”
(QS. Al-Nisa’: 78)
Untuk rumah di dunia ini, manusia
terus bekerja keras, banting tulang, peras keringat siang-malam. Cari pinjaman
sana-sini untuk mengredit rumah sepetak yang lusuh dan tak tahan lama. Padahal
rumah tersebut akan fana, hancur, dan usang di makan masa. Atau dengan
kemegahannya akan ditinggalkan oleh pemiliknya selama-lamanya.
Kehidupan akhirat pasti kita masuki.
Tak satupun manusia bisa mengelak darinya. Di sana ada kehidupan yang lebih
kekal dan abadi. Orang-orang beriman akan dimuliakan dengan rumah megah lagi
indah sesuai dengan tingkat iman dan takwanya. Kenapa kita tidak lebih serius
dan sungguh-sungguh berusaha mencari jalan dan mengupayakan sebab untuk
memiliki rumah di sana?
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam mengabarkan kepada kita tentang sifat-sifat rumah surga yang
sangat indah dan bahan bakunya.
لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ وَمِلَاطُهَا
الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ وَتُرْبَتُهَا
الزَّعْفَرَانُ مَنْ دَخَلَهَا يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ وَيَخْلُدُ لَا يَمُوتُ لَا
تَبْلَى ثِيَابُهُمْ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ
“Bangunannya dari batu bata berupa perak
dan emas, adukannya dari minyak wangi kesturi Al-Adzfar, kerikilnya dari
mutiara dan permata, kerikilnya dari zakfaron. Siapa yang memasukinya akan
merasa nikmat dan tidak akan meninggalkannya, kekal tidak akan mati, pakaiannya
tidak kotor dan senantiasa muda tidak akan tua.” (HR. Al-Tirmidzi &
Ahmad. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 3116)
Amal-amal
Berbonus Rumah di Surga
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam mengabarkan adanya beberapa amal yang berbonus rumah di surga.
Sebagiannya terlihat ringan, sebagian lainnya butuh modal besar, dan sebagian
lainnya membutuhkan pengorbanan. Di antara amal-amal tersebut adalah:
1. Membangun
masjid karena Allah
Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu
'Anhu, berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّه لَهُ بَيْتًا فِي
الْجَنَّة
“Siapa yang membangun satu masjid untuk
Allah maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (Muttafaq
‘alaih)
“Siapa yang membangun satu masjid untuk
Allah dari harta yang halal maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di
surga.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syuabul Iman, al-Thabrani dalam al-Ausath,
dan lainnya)
Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu,
berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
“Siapa membangun masjid karena Allah walau
seperti sarang burung atau lebih kecil dari itu maka Allah akan membangunkan
untuknya satu rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah, al-Bazzar dan Ibnu Hibban.
Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6128)
2. Membaca
surat Al-Ikhlas sepuluh kali
Dari hadits Mu’adz bin Anas Radhiyallahu
'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا
عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang membaca Qul
Huwallaahu Ahad (Surat Al-Ikhlash) sampai menghatamkannya sebanyak sepuluh kali
niscaya Allah bangunkan untuknya intana di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz
bin Anas al-Juhani & dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah,
no. 589)
3. Memuji Allah
dan beristirja’ saat diuji dengan kematian anak
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu
'Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ
قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ
فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ
حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي
الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
“Apabila anak seorang hamba
meninggal dunia, Allah berfirman kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut
nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah
mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa
yang diucapkan oleh hamba-Ku?” Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan
istirja’ (Innaa Lilaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun).” Allah berfirman,
“Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga dan namai ia Rumah Pujian.” (HR.
Al-Tirmidzi dan beliau menghassankannya , juga dihasankan oleh Syaikh Al AlBani
di Shahih al-Jami’)
4. Membaca doa
masuk pasar
Dari Umar bin al-Khathab Radhiyallahu
'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan,
“Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu,
Yuhyii, Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa
Kulli Syai-in Qadiir” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan,
menghapuskan darinya sejuta kejelekan, mengangkat derajatnya hingga sejuta
derajat, dan membangunkan untuknya rumah di surga”." ( HR. At-Tirmidzi,
Ibnu Majah, Al-Hakim. Syaikh Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan)
5. Menutup
celah barisan shaf shalat
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha,
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ
وَ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً
“Siapa menutup celah (pada barisan shalat)
niscaya Allah bangunkan untuknya rumah di surga dan mengangkat derajatnya
dengan perbuatannya itu.” (HR. Al-Muhamili dalam Amaalinya dan dishahihkan
Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 1892)
6. Menjaga
shalat-shalat sunah rawatib dua belas rakaat
Dari Ummu Habibab Radhiyallahu
'Anha, berkata: Aku Mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda,
مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ
وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari
semalam niscaya dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)
Shalat 12 raka’at itu adalah empat rakaat
sebelum Dzuhur & dua rakaat sesudahnya, dua raka’at sesudah maghrib, dua
rakaat setelah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh sebagaimana yang terdapat
dalam hadits ‘Aisyah dalam Sunan al-Tirmidzi dan Ibnu majah.
7. Iman, islam,
hijrah dan berjihad fi sabilillah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam bersabda,
“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku,
masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah
surga, dan surga yang paling tinggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku,
masuk Islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di
surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, ia tidak membiarkan
satupun kebaikan, dan lari dari semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia
kehendaki untuk meninggal.” (HR. Al-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim.
Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).
8. Menghindari
debat walaupun dalam posisi yang benar
9. Meninggalkan
dusta dalam becanda
10. Berakhlak
mulia
Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu,
ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir
jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan
meskipun ia dalam posisi yang benar, juga sebuah rumah di tengah jannah bagi
siapa saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta
sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia.” (HR.
Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Syaikh Al-Albani menghassankannya di
Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1648)
Inilah beberapa amalan yang
diberitakan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berbonus rumah di
surga. Orang hidup pasti menginginkan tempat tinggal yang indah, megah, sejuk,
dan nyaman. Maka untuk kehidupan yang kekal di akhirat hendaknya lebih semangat
memiliki rumah idaman tersebut. Tentunya rumah-rumah itu membutuhkan
pernak-pernik dan perhiasannya; dari kamar dan ruangan, perbendaharaan dan
perhiasannya, serta pepohonannya. Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah
menjelaskan amal-amal untuk menyempurnakannya,
Wallahu a’lam.
[referensi : www.voa-islam.com ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar